Saturday, July 19, 2008

Mengapa Berfilsafat?

Mengapa Berfilsafat?

Sebagai akademisi belajar tentang filsafat adalah merupakan suatu kebutuhan dan keharusan. Karena kita dalam melakukan sesuatu itu harus didasari dengan pembuatan keputusan. Dimana jika akan mengeluarkan atau menetapkan suatu keputusan harus didasari dengan kesepakatan. Dan kesepakatan itu ada karena buah pikiran. Buah pikiran itu ada dari pemikiran tiap individu yang menggunakan akal/rasionya. Itu berarti dia sudah berfilsafat.

Ilmu filsafat mempelajari berbagai hal meliputi dunia, pengetahuan, akal pikiran, hubungan manusia-Tuhan, hubungan manusia-manusia, hubungan manusia-alam, secara mendalam (radikal), menyeluruh (komprehensif), dan utuh (integral).

Kita ambil contoh misalnya mahasiswa yang memfokuskan pada studi Filsafat Ilmu dan Teknologi. IPTEK telah membawa kemajuan yang luar biasa bagi kehidupan manusia. Tetapi, dampak negatifnya juga sangat besar. Apakah IPTEK harus dijauhkan dari kehidupan manusia, atau sebaliknya, kehidupan manusia akan bergantung pada IPTEK? Filsafat memberi pemahaman mengenai kerangka dasar dan strategi pengembangan dan penerapan IPTEK.

Contoh lain misalnya mahasiswa yang memfokuskan pada studi Filsafat Religi dan Budaya. Apa hakikat agama, mengapa manusia beragama, apa pengaruhnya bagi kehidupan, bagaimana seharusnya beragama? Mengapa muncul konflik karena agama? Bagaimana hubungan agama-budaya? Semua persoalan tersebut dapat dipahami melalui studi Filsafat Religi dan Budaya, dengan mengadakan telaah filasafati-filasafati.

Sedangkan mahasiswa yang memfokuskan pada studi Sosial dan Politik, memberikan kerangka dasar pemahaman tentang berbagai persoalan kemasyarakatan dan politik. Misalnya asal dan bentuk masyarakat, akar dan manajemen konflik di masyarakat, untuk kemudian mampu merumuskan berbagai alternatif bagi solusinya, merumuskan konsep/model social-politik ideal.

Studi etika mempelajari materi-materi untuk memberi dasar pemahaman mengenai moral, untuk dapat menyikapi dan merumuskan berbagai konsep alternative persoalan moralitas.

Jadi dengan berfilsafat sesuatu yang masih menjadi sebuah masalah atau sesuatu yang masih tabu atau masih ragu, itu dicoba dipecahkan dengan berfilsafat. Contoh ketika diskusi sedang berjalan di kelas. Dimana di dalam diskusi itu tidak terlepas dari pertanyaan, pernyataan, tanggapan, sanggahan atau bantahan. Ketika itu mahasiswa dituntut untuk berfikir. Dan jika mahasiswa tersebut bisa mengungkapkan baik itu pertanyaan, pernyataan, tanggapan, sanggahan, atau bantahan, itu berarti mahasiswa sudah berfilsafat dengan menghargai pendapatnya sendiri, dengan cara berani mengutarakannya di dalam ruang diskusi tesebut.

Oleh karena itu kita (akademisi)perlu belajar tentang filsafat. karena selain seperti yang telah diuraikan di atas tadi juga banyak ruang lingkupnya. filsafat sangat bermanfaat bagi kehudupan sehari-hari pada umumnya.

No comments: